Menggeliat aku di pelataran dunia
Mencari seberkas cahaya
Untuk tumbuh mengakar padanya
Tak lupa ku meminta setetes embun pagi
Berharap dapat melegakan dahaga
Namun apa yang kudapati?
Segerombolan tetes air yang menari dengan riangnya di atas bumi
Sungguh, nikmat-Mu mana yang mampu ku dustakan?
Nikmat-Mu manakah yang mampu ku dustakan?
Ya, hening masih menyelimuti hati
Tak ada suara
Tak ada kata
Yang mampu menolak, menafikan nikmat-Nya
Lantas, ku coba menyelam lebih dalam
Mencari makna syukur yang mulai bersembunyi entah dimana
Tertutupi oleh ego yang makin membuncah
Berbangga dengan yang dimiliki
Berlomba mencari pujian semu yang melalaikan hati
Bukankah semua itu tak akan dibawanya kembali?
Kecuali apa saja yang dihadiahkan untuk saudaranya yang lebih membutuhkan
Ya, lagi-lagi ku mencari berbagi, memberi, dan simpati.
Lihatkah kau?
23:59
19 Juli 2011 di monjali dormitori
Mencari seberkas cahaya
Untuk tumbuh mengakar padanya
Tak lupa ku meminta setetes embun pagi
Berharap dapat melegakan dahaga
Namun apa yang kudapati?
Segerombolan tetes air yang menari dengan riangnya di atas bumi
Sungguh, nikmat-Mu mana yang mampu ku dustakan?
Nikmat-Mu manakah yang mampu ku dustakan?
Ya, hening masih menyelimuti hati
Tak ada suara
Tak ada kata
Yang mampu menolak, menafikan nikmat-Nya
Lantas, ku coba menyelam lebih dalam
Mencari makna syukur yang mulai bersembunyi entah dimana
Tertutupi oleh ego yang makin membuncah
Berbangga dengan yang dimiliki
Berlomba mencari pujian semu yang melalaikan hati
Bukankah semua itu tak akan dibawanya kembali?
Kecuali apa saja yang dihadiahkan untuk saudaranya yang lebih membutuhkan
Ya, lagi-lagi ku mencari berbagi, memberi, dan simpati.
Lihatkah kau?
23:59
19 Juli 2011 di monjali dormitori
Comments
Post a Comment